Berapa Kali USG Kehamilan Boleh Dilakukan?

Ultrasonography (USG)

Ultrasonography (USG) adalah prosedur pemeriksaan kehamilan yang dilakukan menggunakan teknologi gelombang suara berfrekuensi tinggi. Sehingga, dapat memproduksi gambar tubuh bagian dalam. Seperti organ tubuh janin atau jaringan lunak.

Jenis-Jenis USG Untuk Kehamilan

1. USG Eksternal

USG ini dilakukan diatas permukaan perut ibu hamil. Bertujuan untuk memantau kondisi janin selama kehamilan. USG ini biasa digunakan oleh dokter Sp.OG saat kunjungan rutin kehamilan.

2. USG Internal

USG ini biasanya disebut USG Transvaginal. USG ini dilakukan dengan cara memasukan alat kedalam vagina. USG Transvaginal umumnya dilakukan pada masa awal kehamilan, lebih tepatnya sebelum kehamilan 8 minggu. Biasanya pada usia kehamilan tersebut rahim masih berukuran sangat kecil. Sehingga, sulit untuk dilakukan pemeriksaan dengan USG Eksternal. Tujuannya agar mendapatkan informasi yang lebih akurat mengenai perkembangan janin.

Fungsi USG Untuk Kehamilan

1. Untuk menentukan usia kehamilan.

Biasanya dokter akan melakukan perbandingan usia kehamilan berdasarkan hasil USG dan berdasarkan hasil perhitungan dari haid terakhir. Perbedaan usia kehamilan masih dikatakan normal jika hanya berbeda plus minus 1-2 minggu. Perbedaan usia kehamilan yang terlalu jauh perlu dilakukan pendalaman. Ada kemungkinan pasien lupa hari pertama haid terakhirnya. Mungkin juga pertumbuhan janin terhambat atau sebaliknya. Jika ditemukan kelainan pada hasil USG. Dokter akan melakukan USG secara berkala.

2.  Untuk mengetahui posisi janin.

Pada umumnya janin berada pada posisi kepala dibawah ketika usia kehamilan 30 minggu. Tetapi tergantung kehamilannya bisa saja berbeda. Yang perlu dikhawatirkan apabila posisi janin saat usia 36 minggu kepala belum dibawah. Perlu dilakukan beberapa tindakan seperti knee chest position. Persalinan normal pada umumnya posisi kepala bayi dibawah. Jika ada persalinan normal dengan posisi sungsang (bokong dibawah) itu bisa saja terjadi tetapi terlalu beresiko.

3. Mengukur Besar Janin

Mengukur besar janin bertujuan untuk memperkirakan berat janin dalam kandungan. Bagian-bagian janin yang diukur seperti lingkar kepala, lingkar perut dan panjang tulang paha bayi.

4. Mendengarkan Detak Jantung Janin

Frekuensi normal detak jantung janin sekitar 120-160 dpm. Jangan khawatir apabila bunyinya seperti kuda berpacu.

5. Mengetahui Jenis Kelamin Janin

Untuk mengetahui jenis kelamin janin biasanya pada usia kehamilan 18-20 minggu. Tergantung dari posisi janinnya ya.

6. Mendeteksi Kelainan Pada Janin

Mendeteksi kelainan pada janin dan cacat bawaan seperti kelainan jantung, down syndrom dan lain-lain.

7. Mengetahui Hari Perkiraan Persalinan

Setelah dilakukan pengukuran pada janin, dokter akan merata-rata hasil yang didapat dari setiap pengukuran dan menentukan hari perkiraan persalinan.

8. Mengetahui Posisi Plasenta

Penting sekali untuk mengetahui plasenta. Dikhawatirkan posisi plasenta berada dibawah dan menutupi jalan lahir. Sehingga, ibu hamil tidak dapat melakukan persalinan normal. Pada umumnya posisi plasenta yang baik berada di fundus (bagian atas rahim) atau di Corpus (sisi-sisi rahim).

letak plasenta

9. Mengukur Jumlah Cairan Ketuban

Mengukur jumlah cairan ketuban atau biasa disebut Indeks Cairan Ketuban (ICA). Jumlah cairan ketuban mempengaruhi kesejahteraan janin. Dokter akan menentukan jumlah cairan ketuban normal, sedikit (oligohidramnion) atau terlalu banyak (polihidramnion). Jumlah cairan ketuban yang tidak wajar bisa terjadi karena adanya kelainan pada janin atau ketuban rembes. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih dalam.

10. Mengetahui Lokasi Kehamilan

Kehamilan bisa saja terjadi diluar kandungan seperti pada kehamilan ektopik. Pada umumnya kehamilan ektopik terjadi di tuba falopi.

uterus-3777765_960_720_Fotor

11. Mengetahui Jumlah Janin

Janin biasanya berjumlah tunggal (satu), gemeli (kembar) atau bisa juga lebih dari dua.

12. Mengetahui Penyebab Perdarahan Pada Kehamilan

Perdarahan pada kehamilan mungkin saja terjadi. Penyebabnya bisa karena abortus (keguguran) atau plasenta letak rendah.

13. Mendeteksi Kelainan Kehamilan

Kelainan kehamilan seperti keguguran (abortus), hamil anggur (mola hidatidosa), hamil kosong (blighted ovum).

Berapa Kali USG Boleh Dilakukan ?

USG pada umumnya dilakukan sebanyak 3 kali. Pada trimester 1 di usia kehamilan 10-12 minggu. Pada trimester 2 di usia kehamilan 20-22 minggu. dan di trimester 3 pada usia kehamilan 30-32 minggu. Pemeriksaan USG tambahan bisa saja dilakukan pada usia kehamilan 38-42 minggu jika belum mengalami tanda-tanda persalinan.

Namun, saat ini USG rutin dilakukan oleh dokter spesialis kandungan saat pasien melakukan kunjungan antenatal care. Sebenarnya USG cukup aman untuk ibu dan janin, selama ini USG tidak mengakibatkan gangguan pada ibu dan janin. Gelombang suara yang dihasilkan alat USG sebesar 20.000 Hertz dipakai secara menyebar. Tidak ada hantaran panas dan sinar X yang dipancarkan USG. Bahkan menurut Badan Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization), gelombang suara USG ini baru akan berakibat negatif kalau dipakai sampai 400 kali.

Kesimpulan

USG aman untuk ibu hamil dan janin. Tidak masalah jika melakukan USG setiap kali kunjungan ke dokter. Dan tidak masalah juga jika USG hanya dilakukan 3 kali selama kehamilan atau minimal 1 kali selama kehamilan. USG penting dilakukan untuk ibu hamil karena sebenarnya USG tidak hanya untuk melihat jenis kelamin.

Saat saya masih berprofesi sebagai bidan, saya masih sering menemukan ibu hamil yang kurang peduli dengan kehamilannya. Ada yang jarang melakukan pemeriksaan kehamilan. Padahal dianjurkan pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali selama kehamilan. Ada yang tidak pernah USG sama sekali. Saya sih berharapnya kalau yang tidak pernah USG kehamilannya normal-normal saja. Tetapi kalau ada masalah dan perlu penanganan darurat bagaimana ? ya Allah ingin nangis rasanya. Karena kalau salah tindakan kira-kira yang akan disalahkan siapa? bidan pastinya. πŸ˜‚

Semoga tulisan ini bermanfaat. Untuk ibu hamil yang ingin surprise tentang jenis kelamin anaknya lalu tidak mau USG. Pliiss ibu USG itu penting, sangat penting. Ibu bisa bilang sama dokternya untuk tidak memberitahu jenis kelamin anak ibu apabila ibu belum ingin mengetahuinya. Tetapi biarkan kami tim medis memeriksa ibu secara prosedur demi keselamatan ibu dan bayi. Kami tim medis punya beban menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih tinggi di Indonesia.

22
Leave a Comment

avatar
19 Comment threads
3 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
20 Comment authors
fauziahWianRach BahawereslendyagasshiApril Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Erin
Guest
Erin

Aku rutin usg setiap bulan waktu hamil. Karena dengan usg aku sedikit tenang kalau bayinya sehat.

Vita Pusvitasari
Guest

Nah betul nih setuju, manfaat usg diantaranya yang disebutkan di atas tadi, sayangnya masih banyak yang usg hanya untuk mengetahui jenis kelamin anak aja.. Aku seringnya eksternal alias usg abdomen, setiap bulan saat kontrol kehamilan, Alhamdulillah dedek bayi sehat dan normal.. Usg transvaginal atau internal dulu saat progmil di Semarang sering buat melihat sel telur..

Diayu Refina
Guest

waktu hamil saya usg setiap bulan biar bisa memantau perkembangan bayi dalam perut πŸ™‚

sumiyati sapriasih
Guest

USG memang sangat penting untuk ibu hamil karena USG tidak hanya untuk melihat jenis kelamin

Ayun
Guest

Belum pernah hamil, jadi agak2 ngeri ngebayangin USG internal. πŸ™

Btw, pantesan tulisannya lengkap dan informatif banget, yang nulis Bu Bidan.

Irena Faisal
Guest

jaman hamil dulu aku USG setiap kontrol obgyn, USG 4d di usia kandungan 22w n 32 w

Faradillah
Guest

Kalo USG jadi lebih tau kesehatan bayi juga yah moms jadi ga khawatir lagi

Natra rahmani salim
Guest

Usg kehamilan itu penting sekali, bukan hanya sekedar gaya gayaan kalo kata orang dulu mak. Sekarang harus lebih aware dengan perkembangan janin

Yanti
Guest

Kalau buat aku USG penting banget moms dlu anakku yang pertama gk pernah di USG saat lahir ternyata posisi tidak bagus akhirnya gak selamat mba…untuk orang2 hamil harus and kudu USG demi keselamatan janin

Tika Samsoir
Guest

Keren banget nih informasinya mba. Aku jadi tahu berapa kali ibu hamil untuk melakukan USG. Aku save ah artikelnya.

Nathalia DP
Guest

Saya pas hamil anak pertama dan anak kedua beda dokternya… Waktu anak pertama, dokternya ga ngejelasin apa-apa pas usg, jadi ya kirain cuma ‘gitu2 doang’, hehehe… Nah, pas anak kedua, dokternya sambil usg sambil nerangin “ini ginjalnya, ini jantungnya, ini biliknya” dll… Baru deh saya ngeuh pentingnya usg…

Nia Haryanto
Guest

Dulu waktu hamil anak pertama, aku tiap bulan di-USG sama dokternya. Kandunganku emang bermasalah waktu itu. Nah pas hamil anak kedua, cuma 2 kali aja. Anak ketiga dan keempat juga rutin per bulan.

Yayat
Guest

Jaman sekarang mah jenis USG banyak banget ya … jadi bukan cuman jenis kelamin bayi yang diketahui.. kesehatan bayinya juga ….

Dian
Guest

Dulu waktu hamil awalnya ragu, tiap ke spog di mnt usg..

Tapi setelah dgr penjelasan dokter klo aman, ya nggak khawatir lagi buat rutin usg tiap periksa

Suciarti Wahyuningtyas
Guest

Aku lupa dulu berapa kali usg ya? Yang aku ingat dulupun pernah melakukan usg dalam deh, karena kebetulan aku juga program hamil. Setelah itu usg luar, yang entah berapa kali aku gak inget.

April
Guest

Kayaknya selama aku hamil emang setiap kunjungan ke dokter selalu USG sih mbak. Tapi aku nyaman aja kalau USG perut dan udah dijelaskan tak ada masalah. APalagi alat skrng canggih.

Yg gak nyaman kalau USG tranvaginal hehe

lendyagasshi
Guest

Aku dari dulu penasaran, kenapa harus USG..apalagi sampai 4D. Kan mahal banget tuuh..

Ternyata fungsinya banyak..

Dan canggih banget yaa..

Rach Bahaweres
Member

Aku malah baru tahu tuh mba kalau ada pemeriksaan dalam ke genital.Mungkin karna biasanya aku pemeriksaan luar

Wian
Guest

Aku dulu malah pengennya setiap saat di usg mba. Pengen tau gituu perkembangannya. Apalagi pas anak pertama. Bawaannya was was mlulu.