5 Jenis KB Untuk Ibu Menyusui

Memilih Kontrasepsi Yang Aman Digunakan Untuk Ibu Menyusui

Setelah melalu proses persalinan dan nifas yang berlangsung selama 40-60 hari. Ibu menyusui dihadapkan pada pilihan kontrasepsi apa yang akan digunakan untuk memberi jarak kehamilan.

Bingung engga sih milih kontrasepsi apa? saya pun yang pernah berprofesi sebagai bidan masih bingung. Yah bingung apalagi berhadapan sama kontrasepsi hormonal. Karena kontrasepsi hormonal memang memiliki banyak efek samping.

Semua jenis kontrasepsi memang tidak menjamin keberhasilan 100%, pasti ada tingkat kegagalannya. Tetapi kalau kita tidak mencobanya, kita tidak pernah tau mana yang cocok untuk diri kita.

1. Pil KB

Pil KB ada dua jenis yaitu pil KB kombinasi dan mini pil. Jadi, tidak semua jenis pil KB aman ya untuk ibu menyusui. Nah, pil KB khusus untuk ibu menyusui biasa disebut mini pil. Mini pil ini mengandung hormon progesteron dalam dosis rendah. Sedangkan, pil kombinasi memiliki kandungan hormon esterogen dan progesteron.

Mengapa Pil KB kombinasi tidak dianjurkan untuk ibu menyusui? karena, hormon esterogen yang terkandung dalam pil KB kombinasi dapat menekan produksi ASI.

Contoh Pil KB Kombinasi

Screenshot_20190815-124947_Halodoc_Fotor

Screenshot_20190815-125006_Halodoc_Fotor

Screenshot_20190815-125036_Halodoc_Fotor

Contoh Pil KB Mini Pil (Khusus Untuk Ibu Menyusui)

Screenshot_20190815-124748_Halodoc_Fotor

Screenshot_20190815-124819_Halodoc_Fotor

Masih banyak lagi merek pil KB yang dijual di Indonesia, gambar diatas hanyalah sebagian contohnya.

Untuk penggunaannya, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter atau bidan ya. Biasanya pil KB diminum setelah 40 hari masa nifas, kurang dari 40 hari pun boleh-boleh saja. Yang terpenting adalah selama 7 hari pertama menggunakan pil KB pastikan bunda tidak berhubungan dulu ya. Atau boleh saja berhubungan dengan menggunakan pengaman (kondom).

Lalu Pil Kb mana saja yang pernah saya coba? saya pernah mencoba PIl KB Andalan laktasi saat menyusui. Dan Pil KB Diane-35 saat sudah selesai memberikan ASI Eksklusif tepatnya setelah anak-anak selesai disapih.

Efek sampingnya bagaimana? untuk diri saya pribadi hampir tidak ada efek samping ya. Karena haid normal setiap bulan, berat badan normal, tidak mual dan pusing, tidak juga menimbulkan jerawat. Namun, efek samping yang timbul pada orang lain mungkin berbeda-beda ya.

2. Suntik KB 3 Bulan

Suntik KB 3 bulan ini berbahan dasar menyerupai hormon progesteron. Jadi, fungsinya hampir sama dengan mini pil. Tidak mempengaruhi produksi ASI.

contoh obat suntik KB 3 Bulan

Deponeo-all-960x600

Bunda boleh melakukan suntik KB 3 bulan setelah 40 hari, atau masih dalam keadaan nifas. Agar pertahanan yang dihasilkan oleh suntikan lebih maksimal. Jangan setelah nifas selesai, suntik lalu langsung hubungan πŸ˜‚. Dikhawatirkan pertahanan yang dihasilkan belum maksimal. Sehingga, terjadilah kegagalan KB.

Pernahkah saya mencoba suntik KB 3 bulan? pernah. Saya menggunakan KB suntik 3 bulan setelah kelahiran anak kedua. Saya menggunakannya selama 2 tahun.

Efek sampingnya bagaimana?Β selama 2 tahun pemakaian suntik KB 3 bulan saya mengalami haid yang tidak teratur. Saya pernah mengalami spoting (keluar flek) setiap hari selama 3 bulan. Lalu, pernah tidak haid sama sekali selama 3 bulan. Selanjutnya spoting berulang dengan jangka waktu berminggu-minggu. Terakhir, selama 1 tahun tidak haid. Kejadian ini bisa saja berbeda setiap orang ya, saya hanya menceritakan apa yang saya alami.

oh iya, saya juga perlu menjelaskan bahwa memang efek samping KB 3 bulan adalah spoting atau tidak haid sama sekali. Sebagian orang mungkin mengalami haid yang normal. Apabila yang terjadi bukan spoting (flek) tetapi darah haid yang banyak dalam jangka waktu yang lama melebihi batas jumlah hari haid normal. Maka, sebaiknya suntik KB 3 bulan dihentikan. Gunakanlah metode kontrasepsi lain.

Berat badan memang menjadi masalah setelah suntik KB 3 bulan ini. Karena, timbangan terus bergeser ke kanan. Jadilah saya masuk grup ibu-ibu semok. πŸ˜‚

Lalu apakah haid bisa kembali normal?Β haid saya kembali normal. Tetapi, setelah saya ganti ke kontrasepsi lain yaitu suntik KB 1 bulan. Haid kembali normal setelah saya melakukan suntik 1 bulan selama 3 kali (3 bulan).

Hanya saja timbangan berat badan masih belum bergeser ke kiri. πŸ˜‚ Β nasip..nasip..

3. IUD / Spiral

Kontrasepsi dalam rahim ini biasa disebut IUD atau spiral. IUD memiliki efektivitas tinggi 99,2 %- 99,4 %. IUD juga tidak memiliki efek samping hormonal. Juga tidak mempengaruhi ASI. Bisa dibilang IUD ini adalah kontrasepsi yang paling aman. IUD ini berbahan dasar plastik dan lilit tembaga.

240px-IUD_with_scale

Apakah semua orang cocok menggunakan IUD ? belum tentu. IUD bisa saja tidak cocok dengan sebagian orang. Tanda-tanda IUD tidak cocok digunakan adalan pasien mengalami perdarahan seperti haid dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang lama. Maka, sebaiknya pemakaian IUD dihentikan.

Saya pribadi belum pernah coba kontrasepsi IUD ini. Biasanya sebelum pemasangan saya akan tanyakan apakah pasien memiliki riwayat alergi. Jika memakai perhiasan selain emas? Jika tidak maka IUD bisa dipasang. JIka iya maka saya menjelaskan bahwa ada kemungkinan IUD bisa saja tidak cocok jika ibu memiliki riwayat alergi. Hal tersebut memang belum ada penelitian ilmiahnya. Ini hanya berdasarkan pengalaman kerja di lapangan.

4. Kondom

Kondom merupakan alat kontrasespsi berbahan dasar karet lateks yang dilapisi pelicin. Kondon digunakan pada penis pria yang sedang ereksi. Efektivitas kondom hanya 85%. Banyak merek kondom yang dijual di Indonesia dengan berbagai macam keunggulan masing-masing.

contoh kondom standar

image_20170415-17835-43zdle_Fotor

contoh kondom dengan keunggulan super tipis

20190816_120052_Fotor

20190816_120136_Fotor

kondom ini memang praktis, merupakan kontrasepsi yang bisa digunakan kapan saja. Kondom tidak mempengaruhi hormon tubuh. Tidak mempengaruhi produksi ASI. Tidak mempengaruhi berat badan. Dan tidak mempengaruhi kulit wajah.

Setiap kontrasepsi memang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keberhasilan kondom sebagai kontrasepsi tergantung cara pemakaian. Kekurangan kondom yang lain yaitu hubungan menjadi kurang nyaman karena tidak skin to skin.

Perlu di review juga gak ya contoh kondom diatas? πŸ˜„

5. Metode Amenore Laktasi

Metode amenore laktasi (MAL) adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian ASI eksklusif. Tapi saya tidak menyarankan metode ini karena tingkat kesuburan setiap wanita berbeda. Metode ini hanya boleh dilakukan selama 6 bulan pemberian ASI eksklusif.

Syarat melakukan metode amenore laktasi ini adalah ibu tidak haid setelah nifas selasai. Pemberian ASI eksklusif yang sering minimal 4 jam sekali. Jika ibu haid pada bulan berikutnya setelah nifas maka metode ini tidak dapat dilakukan. walaupun ibu aktif memberikan ASI eksklusif.

Kalau saya pribadi tidak yakin dan berani menggunakan metode ini. Karena setelah nifas selesai bulan berikutnya saya haid. Saya coba bentengi dengan pil KB tetap kebobolan. Ini adalah contoh bahwa kesuburan setiap wanita berbeda.

Maka, konsultasikan dengan dokter atau bidan jika bunda ingin memilih kontrasepsi yang tepat untuk diri bunda.

Sebenarnya masih ada beberapa kontrasepsi lagi seperti Susuk / implan, Coitus interuptus (senggama terputus) dan kontrasepsi mantap (tubektomi dan vasektomi). Ketiga kontrasepsi tersebut juga aman untuk ibu menyusui.

Silahkan bertanya jika masih penasaran dengan kontrasepsi diatas. Tinggalkan pertanyaan di kolom komentar ya. InsyaAllah saya jelaskan.

Terima kasih, semoga bermanfaat. 😊

18
Leave a Comment

avatar
16 Comment threads
2 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
17 Comment authors
Asep RohimatLeyla HanafauziahEvalinaAjeng Pujianti Lestari Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Wiwin Pratiwanggini
Guest
Wiwin Pratiwanggini

Saya dulu menyusui hanya sebentar, jadi belum sempat menggunakan kontrasepsi apapun menyusuinya udah berhenti. Semoga para ibu yang sedang menyusui bisa menemukan alat kontrasepsi yang tepat πŸ™‚

kanianingsih
Guest

setiap KB pasti ada plus minusnya ya mba, tinggal pilh mana yg cocok dans esuai dengan kondisi masing-masing. Dulu saya pake pil dan suntik, cocoknya itu. pake IUD ga pernah karena orangnya penakut

Jalan-Jalan KeNai
Guest

Kalau saya gak KB sama sekali. Bukan anti KB, cuma bingung aja memutuskan pakai yang mana. Jadi sampai sekarang ya udah gak KB. Tetapi, artikel ini pastinya diperlukan bagi yang membutuhkan πŸ™‚

Nabila Cahya Haqi
Guest

Aku seringnya cuma pake nomor 4. Pernah sih minum pil KB, tapi terpaksa supaya haidku lancar. Kalo sekarang aku sih pilih yang nomor 5 sama KB alami aja πŸ™‚

Suciarti Wahyuningtyas
Guest

Aku gak KB karena dulu awalnya dokter SPOG aku bilang gak usah KB, padahal emang sekarang pun gak mau nambah anak lagi. Kalau aku menyiasatinya dengan menggunakan aplikasi di handphone gitu, alhamdulillah sudah 5th aman

Arda Sitepu
Guest

Saya belum pernah pakai pil KB dan suntiknya mbak, saya masih menyusui dan semoga sejauh ini masih aman dan belum datang bulan lagi. Karena produksi ASI mempengaruhi hormonnya mungkin. Tapi dari semua cara saya paling setuju dengan pil KB ya mbak.

Fenni bungsu
Guest

Oh kalau suntik KB itu bisa bikin badan agak bersisi ya hihi.. jadi inget temen daku soalnya waktu kuliah dia badannya agak kurus terus dibilang kalau mau agak bersisi suntik KB aja, ternyata beneran bisa ya, haha

lendyagasshi
Guest

Alhamdulillah..
Senang sekali penjelasan lengkap dan mudah dipahami.

Adakah efeknya jika menggunakan KB IUD berturut-turut?
**setelah 5 tahun masa IUD nya, saya ganti lalu pasang lagi. Apakah rahim perlu di istirahatkan terlebih dahulu?

Nia Haryanto
Guest
Nia Haryanto

Tiap kali menyusui, aku gak pake KB. Soalnya pasti gak haid setahunan. Setelah haid, baru deh KB. Dan sekarang, aku pake implan. Pengennya sih IUD. Tapi masih takut πŸ˜€

Meli
Guest
Meli

Kalau saya setelah punya anak 3 baru memutuskan untuk KB yang IUD. Sebelum nya nggak KB karena nyoba suntik yg 3 bulan nggak cocok, nyoba yang pil sering lupa. Hehehe Alhamdulillah so far pake IUD udah setahun nggak ada keluhan.

Efa Butar butar
Guest

Wahhh, ini pertama kali nya aku baca baca hal terkait kontrasepsi seperti ini. Dan bener bener baru tahu semua yang mba Fauzi jelasin di dalamnya. Heheh. Tfs

April
Guest

Aku suami aja yang KB jd pakai kondi haha. Bagi2 tugas krn udah melahirkan kan, itu bertaruh nyawa wkwkwk. Jd kyknya msh agak berat kalau tubuh dimasukin benda asing atau minum pil dll πŸ˜€
Tapi tiap suami istri beda2 sih ya πŸ˜€

Ajeng Pujianti Lestari
Guest

Aku dulu pakai IUD mbak. Tapi setelah punya anak ketiga, enggak pakai KB apa-apa. Suami mau ngalah untuk keluar di luar, haha

Evalina
Guest

Wah, ternyata waktu pakai spiral, kemungkinan aq kurang cocok ya, haid q jadi banyak banget dan sampai 2 minggu, dan aq jadi alergi kalau makan mie

Leyla Hana
Guest

Aku udah coba semuanya dan yang paling aman ya IUD. Sekali pasang aja, sekarang udah 7 tahun bebas dari takut hamil lagi hehehe…

Asep Rohimat
Guest

Very nice kak