Mengenal Kontrasepsi IUD

Intra Uterine Device (IUD)

Intra Uterine Device (IUD) adalah alat kontrasepsi yang dipasang didalam rahim. Biasa disebut juga Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR). IUD merupakan alat kontrasepsi yang langsung bekerja efektif setelah pemasangan dan berjangka panjang. Pemasangan dan pencabutan IUD harus dilakukan oleh tenaga medis. IUD dapat digunakan oleh semua wanita usia reproduksi.

Jenis – Jenis IUD

IUD Hormonal

Kontrasepsi IUD hormonal mengandung progestin yang merupakan sintesis dari progesteron. Kontrasepsi IUD hormonal bekerja mengentalkan lendir serviks (pintu rahim) sehingga sperma akan sulit masuk. Kontrasepsi IUD hormonal mampu bertahan 3-6 tahun.

IUD Tembaga

Kontrasepsi IUD tembaga tidak menggunakan hormon. Cara kerja kontrasepsi ini yaitu merusak sperma yang masuk, serta membuat sel telur tidak sehat dan mudah mati. Kontrasepsi IUD tembaga mampu bertahan hingga 10 tahun.

IUD

Atas : IUD Tembaga

Bawah : IUD Hormonal

image : hellosehat.com

Cara Kerja IUD

1. Menghambat sperma masuk ke saluran indung telur.

2. Mempengaruhi fertilitas sel telur sebelum mencapai rongga rahim. Sel telur dibuat tidak sehat dan mati.

3. Mencegah sperma dan sel telur bertemu.

4. Memungkinkan mencegah penempelan sel telur dalam rahim.

IntraUterine-Contraceptive-Levonorgestrel-20

image : indonesian.alibaba.com

Kelebihan IUD

1. Memiliki efektivitas tinggi 99,7%. IUD hormonal memiliki efektivitas lebih tinggi dari IUD tembaga.

2. Efektif segera setelah pemasangan.

3. Kontrasepsi jangka panjang.

4. Tidak mempengaruhi hubungan seksual.

5. Tidak ada efek samping hormonal untuk IUD tembaga.

6. Tidak mempengaruhi kualitas dan jumlah ASI.

7. Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau Abortus.

8. Dapat digunakan sampai menopouse.

9. Tidak ada interaksi dengan obat-obatan.

10. Dapat dilepas kapan saja.

11. Tidak perlu mengingat-ingat terlalu sering jadwal KB, tidak seperti PIL dan Suntik.

Kekurangan IUD

1. Perubahan siklus haid umumnya 3 bulan pertama.

2. Haid lebih banyak dan lama.

3. Keluar flek (spoting) diluar jadwal haid.

4. Haid terasa lebih sakit (tidak selalu).

5. Tidak baik digunakan pada wanita yang sedang terinfeksi penyakit menular seksual. Dan juga wanita yang sering berganti pasangan.

6. Memungkinkan terjadinya penyakit radang panggul jika digunakan oleh perempuan penderita PMS.

7. Untuk berhenti menggunakan IUD harus dilepas oleh tenaga medis.

8. Ada kemungkinan IUD terlepas sendiri.

9. Harus memeriksakan IUD secara teratur sesuai jadwal. Pemeriksaan dilakukan dengan cara memasukan jari melalu vagina (dilakukan oleh bidan) atau dengan USG (dilakukan oleh dokter Sp.OG).

Wanita Yang Boleh Menggunakan IUD

1. Usia reproduktif.

2. Keadaan nulipara. Nulipara adalah perempuan yang belum pernah melahirkan sama sekali. Atau perempuan yang pernah melahirkan tetapi anaknya tidak mampu bertahan hidup diluar kandungan.

3. Wanita yang ingin menggunakan kontrasepsi jangka panjang.

4. Ibu menyusui.

5. Ibu yang tidak menyusui setelah melahirkan.

6. Setelah mengalami Abortus.

7. Ibu yang tidak ingin kontrasepsi hormonal.

8. Ibu yang mudah lupa dengan jadwal KB.

IUD aman digunakan oleh wanita disegala kondisi seperti :

1. Perokok. Wanita yang terbiasa merokok disarankan untuk menggunakan kontrasepsi non hormonal seperti IUD. Karena kandungan nikotin dapat mempengaruhi tekanan darah, dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi jantung.

2. Gemuk dan kurus.

3. Penderita tumor jinak payudara.

4. Penderita kanker payudara.

5. Tekanan darah tinggi.

6. Varices di tungkai atau di vulva. Wanita yang memiliki varices sebaiknya menggunakan KB non hormonal seperti IUD. Karena kontrasepsi hormonal dapat memperberat keluhan varicesnya.

7. Penderita penyakit jantung.

8. Penderita stroke.

9. Penderita Diabetes.

10. Penderita penyakit hati / empedu.

Waktu Pemasangan IUD

1. Hari pertama sampai hari ke tujuh siklus haid. IUD dipasang sebaiknya saat masih dalam keadaan haid, karena dapat dipastikan tidak dalam keadaan hamil. Selain itu pemasangan IUD saat haid lebih tidak terasa nyeri karena pintu rahim terbuka.

2. Setelah 40 hari masa nifas atau kurang. IUD juga dapat dipasang setelah persalinan tetapi kemungkinan terlepas sendiri lebih besar.

3. Setelah abortus atau tujuh hari.

Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Oleh Akseptor IUD

1. Pemeriksaan pertama dilakukan setelah melakukan hubungan seksual. Untuk memastikan tidak ada nyeri saat senggama atau keluhan pada pasangan. Misalnya benang terlalu panjang, sehingga dapat dipotong lagi.

2. Selanjutnya pemeriksaan dilakukan setelah 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, kemudian 1 tahun sekali.

3. Jangka waktu IUD yang digunakan. Misalnya, Copper T 380A perlu dilepas setelah 10 tahun pemasangan. Tetapi, dapat dilakukan lebih awal jika diinginkan.

4. Kembali ke Bidan atau Dokter apabila :

  • Merasakan bagian keras dari IUD.
  • IUD terlepas.
  • Siklus haid terganggu.
  • Pengeluaran cairan dari vagina yang mencurigakan.
  • Adanya infeksi.
  • Haid terus menerus. Atau perdarahan diluar haid.

Contoh IUD

Contoh Merk IUD Hormonal

IntraUterine-Contraceptive-Levonorgestrel-20

Harga IUD Hormonal sekitar Rp. 2.500.000,- sampai 3.500.000,- belum termasuk pemasangan.

Contoh Merk IUD Tembaga

iud andalan tcu

Harga IUD Tembaga sekitar Rp. 350.000,- sudah termasuk pemasangan di Bidan.

Terima kasih, Semoga bermanfaat. 😊

20
Leave a Comment

avatar
19 Comment threads
1 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
20 Comment authors
Artha AmaliainnaistantinaYantilendyagasshiFenni Bungsu Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Rizka Edmanda
Guest

jujur sampai sekarang aku belun berani pakai IUD gara gara ada kejadian temen IUD nya lepas sampai harus operasi huhu btw IUD tembaga sama hormonal bedanya apa ya?

Keke Naima
Guest

Kayaknya cocok kalau artikel ini saya kasih lihat ke sepupu saya yang baru menikah. Kadang-kadang suka ada kan ya yang malu untuk bertanya

Okti Li
Guest

Wah terimakasih infonya Bu Bidan. Saya waktu selesai nifas menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan. Sekali saja dan tidak dilanjutkan. Tapi sampai sekarang sudah mau 7 tahun, belum diberi kesempatan hamil lagi. Apa ada sebab dari kontrasepsi sebelumnya?
Wah maaf jadi konsultasi di sini, hehehe

Irena Faisal
Guest

aku pernah pakai IUD setelah lahiran anak pertama, tapi sepertinya ngga cocok karena bleeding sampai sebulan πŸ™

Gioveny
Guest

Aku pasang iud tapi belom pernah kontrol nih mbak. Abis ga nyaman pas dipasang waktu itu. Jangan ditiru ya guys ^^

Akarui Cha
Guest

Ternyata yang hormonal lebih mahal daripada yang tembaga ya. Bedanya lumayan jauh.

Tina
Guest

Wah aku baru tahu IUD ada yang hormonal. Informasinya berguna untuk yang mungkin masih ragu untuk pasang KB. Menurutku IUD ini salah satu alat KB yang bagus untuk merencanakan jarak kelahiran anak

Suciarti Wahyuningtyas
Guest

Aku waktu itu nyaris mau pakai IUD juga mbak, cuma pas konsultasi dengan dokterku malah galau mau pakai atau tidak karena akunya ketakutan. Akhirnya sekarang pakai cara manual aja nandain di kalender. Alhamdulillah sih 5 tahun ini belum kebobolan.

Ludyah Annisah
Guest

Ya ampun mba, lihat IUD Tembaga rasanya kok jadi ngeri sendiri ya hehe. So far, aku KB alami mba, dan belum banyak tahu soal kontrasepsi IUD dan teman-temannya. Aslii, tercerahkan sekali mba baca blogpost ini. Thanks banget ya mba

Artha Amalia
Guest
Artha Amalia

mama saya pernah pakai iud hormonal untuk atur hormonnya dan mengecilkan mioma yg diidapnya. alhamdulillah sembuh. tinggal saya nih yg mau pasang iud tembaga tapi gak jadi2

Farhati Mardhiyah
Guest

Aku suka ngeri bayangin masukin iud gitu kak, mbakku kebetulan make iud dan emang betul bikin haid jadi lebih banyak dan lama, sering flek jugaa tapi aman nih anaknya udah 3 gak pernah kebobolan lagi

Dian
Guest

Aku pake iud..
Alhamdulillah aman dan tanpa efek samping
Ini memang paling aman dan jangka panjang
Cuma memang harus rutin kontrol

Nia Haryanto
Guest
Nia Haryanto

Duh, aku nih, udah sejak lama kepengen pasang KB IUD. Sekarang pakenya implan. Biar gak banyak ngaruh ke badan yang Sekarang jadi gendut. Tapi aku masih takut. Kok ngilu ya ngebayanginnya 😁

Wian
Guest

Aku nih pake iud tembaga. Selalu ngeri setiap waktunya ganti. Hahahaha.. takuuttt

Arda Sitepu
Guest

Wah aku juga butuh rekomendasi KB mbak, setelah baca ini mungkin IUD jadi pilihan terbaik mbak.

sumiyati sapriasih
Guest

beberpa syarat yang boleh memasang IUD yaitu Usia reproduktif, Keadaan nulipara, ibu menyusui, mengalami abortus, lupa dengan jadwal KB.jadi tahu deh setelah baca review ini

Fenni Bungsu
Guest

Baca ini sih antara paham dan enggak. Cuma lebih banyak nggak nya, haha. Mungkin setelah berumah tangga nanti baru bisa nyambung nih bacanya.

lendyagasshi
Guest

Sebagai perempuan, aku memilih IUD daripada KB Hormonal.
Karena uda paham betul kalau akutu orangnya gak disiplin.

Btw,
Bedanya IUD Mirena sama Andalan apa yaa, kak?
Harganya kok jauh sekali…

Yanti
Guest

Baca ini pas banget soalnya saya pemakai Iud sudah lama dan jadi bnyak tahu kelebihan dan kekurangannya y moms…alhamdulillah selama ini tidak pernah ada masalah sma skali

innaistantina
Guest

ibu yang mudah lupa dengan jadwal KB. poin nomor 8 ini saya bangettt mbaaa, xixixixii